Sudah lama tidak menghiasi blog ini.
sudah banyak pula cerita yang hadir menghiasi hari.
Kangen nulis nie ceritanya....
Tahun 2012 saya resmi resign dari perusahaan 'semi' BUMN (menurut saya), lama sudah tidak menjadi pekerja, lalu 3 bulan ini saya memulai bekerja kembali.
Tempat kerja baru dengan ilmu baru, saya bekerja di salah satu distributor telkomsel.
Ehm...entah telah lama vakum atau apa, saya merasa tidak mampu bekerja dalam tim.
Sejak pertama mencicipi pekerjaan hingga 2012 saya sangat enjoy bekerja dalam tim. Bertemu orang-orang yang mempunyai visi sama itu sangatlah menyenangkan.
Tapi kali ini beda, rasanya saya sangat membutuhkan alat sinkronisasi antara otak dan hati.
Secara logika saya mengetahui ada yang tidak beres tapi karena perasaan ini dominan maka saya hanya bisa diam.
Bukan masalah uang, tapi masalah kinerja.
Saya masih ingat saat masih menjadi trainer outbound, there is no I in TEAM, tidak ada huruf I dalam kata TEAM. Artinya tidak ada saya dalam suatu tim. Tim merupakan kumpulan orang yang mempunyai tujuan yg sama. Nah kalau tujuannya tidak sama? lebih mementingkan diri sendiri apa bisa dikatakan tim?
Ada yang tidak beres dalam perusahaan, ya saya tau tidak ada perusahaan yang sempurna. Tapi kita bisa memoles ketidaksempurnaan tersebut dengan kerjasama yang baik, suasana kantor yang nyaman, dan lingkungan yang kondusif. Sayang nya saya merasa tidak menemukannya disini.
Berada di kota yang telah membesarkan saya lalu bekerja di kota yang sama ternyata tidak mudah. Kenapa? Karena saya ternyata belum mengenal sikap dan perilaku orang-orangnya. Banyak hal yang membuat saya mengerutkan dahi.
Saya terlalu sering berfikir 'ideal'nya seperti ini. Banyak ilmu yang saya dapatkan sebelumnya ternyata tidak ada di sini. Contoh sederhana: saat ada customer, dalam otak saya mengatakan sejelek dan sebodoh nya customer kita harus melayani, bukan malah merendahkan dan tidak memperdulikan mereka.
Sales adalah ujung tombak di perusahaan ini. Maka jamulah mereka, beri motivasi yang membangun, bukan berbicara kasar lalu mengancam. Dalam perkerjaan kita membutuhkan simbiosis mutualisme. Saling membutuhkan satu sama lain dan harusnya saling menguntungkan.
Di perusahaan yang lalu saya mempunyai tugas menghitung marketshare, data yang kita dapat cukup valid. Ke-valid-an data kita bisa lihat darimana sumbernya, jika data yang kita dapatkan adalah rekayasa maka hasil yg kita dapat pun semu. Terlalu banyak polesan data disini. Jadi ingat praktikum dulu, mencari data dengan membandingkan teori sebelumnya. Tidak valid dan akurat.
Sayangnya dengan kondisi tersebut saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya dianggap tidak mengetahui apa-apa. Mereka terlalu pintar untuk saya. Gelas mereka telah penuh dengan ilmu yang mereka anggap telah sempurna dan sederhana.
Maka dari itu akhir bulan ini saya menyerah, karena masih belum menemukan sinkronisasi antara otak dan hati.
Rangkaian kata yang tiba2 muncul di otakku lalu mengantarkan tangan ini berbicara pada dunia
Kamis, 12 Desember 2013
Minggu, 11 November 2012
si BB yg bikin Bete
Assalamualaikum
dah lama ya saya gak update nie blog. dari awal bulan sebenernya dah gatel nulis lagi. banyak sesuatu yg mampir di otak pengen ditumpahin di sini tapi yah penyakit M kronis saya lagi kumat jadi baru sekarang kesampaian nulis lagi.
Eniwe, pengen nulis tentang per BB an menurut sepengetauan saya, jadi mohon maaf jika banyak kekurangan.
BB ato blackberry udah bukan barang yg istimewa lagi di Indonesia (penjualan terbesar di Indo). BB juga bukan hanya untuk kaum kantoran yg butuh akses cepat dalam penerima email serta bukan hanya untuk gaya-gayaan kaum ABeGe , karena saya berkecimpung di dunia bisnis onlen kecil-kecilan maka dikalangan saya BB merupakan senjata berharga untuk penjualan.
Kadang kita sebagai pengguna maunya enak aja, karena terbiasa dengan handphone yang tidak memerlukan maintenance. BB ini lain saudara-saudara.
Jadi jika punya BB dan sering hang heng hong silahkan diliat, yang pertama memory internal BB. Memory internal BB ini ada hubungannya ama kapasitas aplikasi yang digunakan dan seberapa banyak Grup BBM. Jadi kalau memory nya dikit contoh: BB Bold 9000 (bb lama saya internal memory 64mb) bisa aplikasi lebih dari satu tapi grup BBM nya harus dikit, atau sebaliknya.
Selain hang heng hong BB juga bisa buat kesalahpahaman antar pengguna, hal ini biasanya disebabkan oleh sinyal. Sinyal operator ini antara pengguna satu dengan pengguna lainnya tidak sama, misal: saya kirim bbm status sudah D ( sudah terkirim ) belum tentu yang saya kirimi bbm sudah terima. Atau contoh kejadian beberapa hari kemaren saya dapat bbm dari customer, saya sudah balas ternyata dia tidak terima. Akhirnya si customer sms yang katanya saya tidak balas bbm dan tidak baca bbm nya, biar tidak emosi (kebetulan satu kota) saya minta si customer datang ke rumah sekalian ambil barang dan melihat apa saya balas atau tidak. Setelah saya perlihatkan, dia baru percaya.
Nah, sebenarnya banyak sekali hal-hal yang lain tentang perBBan. Yang saya tulis ini yang sering terjadi pada kita yang awam tentang BB dan yang sering terjadi pada BB.
Untuk info maintenance BB:
dah lama ya saya gak update nie blog. dari awal bulan sebenernya dah gatel nulis lagi. banyak sesuatu yg mampir di otak pengen ditumpahin di sini tapi yah penyakit M kronis saya lagi kumat jadi baru sekarang kesampaian nulis lagi.
Eniwe, pengen nulis tentang per BB an menurut sepengetauan saya, jadi mohon maaf jika banyak kekurangan.
BB ato blackberry udah bukan barang yg istimewa lagi di Indonesia (penjualan terbesar di Indo). BB juga bukan hanya untuk kaum kantoran yg butuh akses cepat dalam penerima email serta bukan hanya untuk gaya-gayaan kaum ABeGe , karena saya berkecimpung di dunia bisnis onlen kecil-kecilan maka dikalangan saya BB merupakan senjata berharga untuk penjualan.
Kadang kita sebagai pengguna maunya enak aja, karena terbiasa dengan handphone yang tidak memerlukan maintenance. BB ini lain saudara-saudara.
Jadi jika punya BB dan sering hang heng hong silahkan diliat, yang pertama memory internal BB. Memory internal BB ini ada hubungannya ama kapasitas aplikasi yang digunakan dan seberapa banyak Grup BBM. Jadi kalau memory nya dikit contoh: BB Bold 9000 (bb lama saya internal memory 64mb) bisa aplikasi lebih dari satu tapi grup BBM nya harus dikit, atau sebaliknya.
Selain hang heng hong BB juga bisa buat kesalahpahaman antar pengguna, hal ini biasanya disebabkan oleh sinyal. Sinyal operator ini antara pengguna satu dengan pengguna lainnya tidak sama, misal: saya kirim bbm status sudah D ( sudah terkirim ) belum tentu yang saya kirimi bbm sudah terima. Atau contoh kejadian beberapa hari kemaren saya dapat bbm dari customer, saya sudah balas ternyata dia tidak terima. Akhirnya si customer sms yang katanya saya tidak balas bbm dan tidak baca bbm nya, biar tidak emosi (kebetulan satu kota) saya minta si customer datang ke rumah sekalian ambil barang dan melihat apa saya balas atau tidak. Setelah saya perlihatkan, dia baru percaya.
Nah, sebenarnya banyak sekali hal-hal yang lain tentang perBBan. Yang saya tulis ini yang sering terjadi pada kita yang awam tentang BB dan yang sering terjadi pada BB.
Untuk info maintenance BB:
- Coba instal Blackberry Desktop Manager klik disini untuk link software
- Lepas baterai secara berkala hal ini untuk menghilangkan cache.
- Segera pindahkan ke laptop jika foto mulai banyak
itu adalah maintenance termudah jika ada yang lainnya monggo silahkan dilakukan juga. Untuk menghemat ke tukang servis BB sering-seringlah browsing di google tentang perBBan insyaAllah banyak ilmu yang didapat disana. Sekedar sharing Alhamdulillah selama 3 tahun dan berganti BB sebanyak 2 kali cukup sekali ke tukang servis (karena belum tau apa-apa ttg perBBan).
Sekian sedikit sharing dari saya semoga bisa membantu ;)
Wassalam
Senin, 25 Juni 2012
i am BACK!!
Wow setelah bertahun-tahun gak nulis berasa gatel pengen nulis.
dan setelah sekian lama pula akhirnya statusku berubah, jika saat postingan terakhir aku masih menyandang atatus JOMBLO tapi sekarang Alhamdulillah ada juga yang mau menyuntingku. Saya sekarang seorang istri.
Selain metamorfosa tentang status saya juga berubah menjadi pengusaha kecil-kecilan, kata lainnya mah wirausaha. Setelah meninggalkan dunia kerja yang menurut saya saat itu sangat menjanjikan.
berbekal waktu luang yagn sangat panjang dengan ini saya menyatakan untuk kembali lagi kedunia Blogger.
Terima Kasih :)
dan setelah sekian lama pula akhirnya statusku berubah, jika saat postingan terakhir aku masih menyandang atatus JOMBLO tapi sekarang Alhamdulillah ada juga yang mau menyuntingku. Saya sekarang seorang istri.
Selain metamorfosa tentang status saya juga berubah menjadi pengusaha kecil-kecilan, kata lainnya mah wirausaha. Setelah meninggalkan dunia kerja yang menurut saya saat itu sangat menjanjikan.
berbekal waktu luang yagn sangat panjang dengan ini saya menyatakan untuk kembali lagi kedunia Blogger.
Terima Kasih :)
Selasa, 13 September 2011
Hk III Newton
Assalamu'alaikum!
Udah lama ya gak ngeBlog... (sambil kretek2 tangan)
Okay, hari ini pengen banget ngomongin sesuatu (kena demam syahrini ni....sesuatu banget :p)
Tenang judul ini tidak akan menipu mata anda, namun akan menipu pemikiran anda :p.
Masih ingat tentang hukum III Newton?
Hukum III Newton adalah hukum aksi reaksi, saat kita melakukan aksi kita akan merasakan reaksi sebesar aksi kita. Tenang ini bukan blog tentang fisika.
Hukum III Newton ini tidak hanya berlaku pada sebuah benda, ehm...setidaknya menurutku :p
Dalam kehidupan kita sehari-hari sebenarnya akan sering menemui hukum ini bekerja. Semakin besar aksi kita atau usaha kita maka reaksi atau hasil yang kita dapat juga besar pula. Asumsinya semakin besar kita menolak sesuatu maka semakin besar pula sesuatu itu datang.
Maka jika kita tidak menyukai tentang sesuatu cobalah untuk menerima dulu jangan menolak, karena semakin besar usaha untuk menolak maka semakin besar pula sesuatu itu datang. Hal ini yang coba aku lakukan saat ini.
Lalu bagaimana cara kita menerima sesuatu yang sebenarnya tidak kita sukai, cobalah untuk berpikir positif. Setidaknya hal itu akan menjadi perpaduan yang apik untuk berkompromi terhadap sesuatu yg tidak kita suka.
Masih bingung membacanya, silahkan baca sekali lagi :p
Udah lama ya gak ngeBlog... (sambil kretek2 tangan)
Okay, hari ini pengen banget ngomongin sesuatu (kena demam syahrini ni....sesuatu banget :p)
Tenang judul ini tidak akan menipu mata anda, namun akan menipu pemikiran anda :p.
Masih ingat tentang hukum III Newton?
Hukum III Newton adalah hukum aksi reaksi, saat kita melakukan aksi kita akan merasakan reaksi sebesar aksi kita. Tenang ini bukan blog tentang fisika.
Hukum III Newton ini tidak hanya berlaku pada sebuah benda, ehm...setidaknya menurutku :p
Dalam kehidupan kita sehari-hari sebenarnya akan sering menemui hukum ini bekerja. Semakin besar aksi kita atau usaha kita maka reaksi atau hasil yang kita dapat juga besar pula. Asumsinya semakin besar kita menolak sesuatu maka semakin besar pula sesuatu itu datang.
Maka jika kita tidak menyukai tentang sesuatu cobalah untuk menerima dulu jangan menolak, karena semakin besar usaha untuk menolak maka semakin besar pula sesuatu itu datang. Hal ini yang coba aku lakukan saat ini.
Lalu bagaimana cara kita menerima sesuatu yang sebenarnya tidak kita sukai, cobalah untuk berpikir positif. Setidaknya hal itu akan menjadi perpaduan yang apik untuk berkompromi terhadap sesuatu yg tidak kita suka.
Masih bingung membacanya, silahkan baca sekali lagi :p
Senin, 30 Mei 2011
Hari Tanpa Tembakau

Hari ini peringatan hari tanpa tembakau, tapi tak ada bedanya seperti hari-hari yang lain. Fasum masih penuh sesak dengan asap-asap tak bertanggungjawab.
Pagi tadi, aku brangkat ke Surabaya dengan menaiki bus Scala, bus ekonomi jurusan Jember Surabaya. Dalam keadaan pilek dan hidung setengah mampet, aku masih bisa merasakan keberadaan asap rokok. Menyebalkan memang dengan melihat tangan-tangan dari kondektur dan supir dengan leluasa memegang batang makruh itu.
Seandainya putung-putung rokok itu tak di buang oleh penghisapnya entah berapa kotak dan berapa putung rokok yang telah ia habiskan. Apakah mereka menyadari? Sudah begitu banyak batang keluar masuk dari bibir kelamnya.
Aku adalah salah satu pembenci batang makruh itu. Menghisap asapnya saja sudah seperti tercekik, gak bisa napas lalu terbatuk berkepanjangan. Kok ya kuat dalam hati aku menggumam.
Berandai-andai lagi yuk...seandainya saja putung rokok tadi dihitung, lalu dikalikan dengan nominal harga rokok, sudah berapa rupiah yang ia habiskan untuk rokok? Pernakah ia berfikir bahwa kebutuhannya tidak sekedar hisapan rokok dari hari ke hari. Ia pasti punya keluarga. Apakah ia sudah bisa mencukupi pengeluaran keluarga, baik itu sehari-hari, minggu, bulan bahkan tahun?
Ironis sekali kalau ia bisa menghisap rokok sebanyak yang ia mau namun anak-anak mereka justru hidup di jalan dengan alasan tak bisa lagi sekolah karena tak ada biaya.
di hari tanpa tembakau ini masih banyak orang-orang yang tak sadar telah membakar uangnya lalu menjadikannya asap yang tiba-tiba menghilang.
Sadarkanlah kawan, saudara, suami, istri, atau kerabat disekitar kita tentang arti kesehatan dan keuangan (alasan kedua bisa digunakan untuk para mereka yang masih merasa kekurangan).
Selasa, 12 April 2011
bukunya Ligwina

Pada postingan sebelumnya aku sedikit men'thoel-thoel' buku Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah untuk Tidak Miskin.
Pertama membuka buku ini yang jadi pertanyaanku 'apakah aku merupakan golongan menengah?' Karena disini Ligwina sedikit-sedikit menuliskan golongan menengah, harus seperti ini dan itu.
Jika dilihat dari ciri2 yang ia tulis, bisa jadi aku merupakan golongan menengah bisa juga bukan. :D Karena kata ligwina golongan menengah itu golongan yang sudah mempunyai gaji (itu aku), bisa belanja (itu aku), bisa liburan (walau sekedar jatim okelah itu aku), tapi belum mempunyai rumah (aku banget). Kalau hanya sampai itu mungkin aku bisa dikatakan golongan menengah, tapi jika membuka halaman seterusnya semakin menguatkan hati 'bukan aku kok, jadi apa aku golongan yang dibawahnya golongan menengah?'okey lupakan tentang itu, ada yg lebih penting lainnya yang perlu ku sharing disini.
Kita sudah bekerja berapa tahun?
Tabungan kita berapa?
Kalau kita sakit bisa gak kita membiayai sendiri?
Sudahkah kita mempunyai rumah?
Sudahkah kita berfikir tentang dana pensiun?
okeh sampai sini ada yang sudah pusing?
Kalau pusing aku sarankan jangan pernah menyentuh buku ini sedikitpun!:D
Okeh mari kita teruskan buat yang tidak pusing ataupun yg pusing tapi ingin menyembuhkan. Lets GO!
Sudah siap punya pasangan?
Sudah siap punya anak?
Sudah siap membiayainya?
Sudah siap menyekolahkan anak-anak kita?
Yang pingsan silahkan tinggalkan blog ini dan jangan pernah melihat buku Ligwina, buat yang melotot mari kita teruskan.
Dalam buku Ligwina dibeberkan tentang kebiasaan-kebiasaan kita yang kadang membuat kita melayang dan melupakan masa depan. Buat kita yang ada ini dan untuk masa ini, masa depan nanti dulu kali ya...
Dan itu membuat kita tertohok-tohok dan meratapi kenapa baru sadar sekarang.
Namun bukan Ligwina namanya jika tidak mempunyai obat penawarnya setelah mencabik-cabik hati dan otak kita.
Dalam buku Ligwina yang mengabil judul menggelitik 100 Langkah untuk tidak miskin ini di ajarkan agar kita berdisiplin terhadap keuangan kita. Setelah mencoba mempraktekkan itu sangat-sangat tidak mudah. Namun apakah kita mau berdarah-darah dimasa depan disaat usia kita tidak produktif?
Buku ini benar-benar membiusku untuk mempercepat kemampuan bacaku, obat-obat penawarnya pun dijelaskan secara sederhana (meski aku harus membaca berkali-kali lagi untuk masalah ini, sumpah aku kurang tau masalah danareksa dan saham). Yang paling kusuka dari buku ini adalah say by Data. Data itu yang bakal membuat kita tercengang.
Jadi buat kita semua yang ingin hidup tenang dan nyaman di masa depan segeralah beli buku ini, bukan masalah promosi. Buku ini memang kita butuhkan kok. Siapapun kita, cobalah membaca buku ini. Aku yakin semua bakal ketagihan untuk menghabiskannya dan mulai mempraktekkan yang ada di buku tersebut.
Aku berterima kasih buat Ligwina yang telah mencabik-cabik hati dan pikiran dan yang mengijinkan aku mengintip masa depan keuangan.
Jika kita percaya pada Tuhan, Tuhan pun menganjurkan kita berusaha bukan?
Aku sekarang berani mengatakan "MARI KITA MENJADI GOLONGAN MENENGAH YANG KUAT!!!!!"
:D
Senin, 28 Maret 2011
Berdamai dengan GAJI

Awal tahun lalu otakku dan sekelilingku dipenuhi pertanyaan 'kapan kita naik gaji?' Kenapa selalu terlintas, karena biasanya tiap awal tahun ada kenaikan gaji. Selain itu banyaknya kebutuhan membuat kita berfikir gaji kita selalu kurang.
Hingga akhirnya aku melihat metro TV secara gak sengaja bersua dengan yang namanya Ligwina Hananto.
Siapa Ligwina hananto? -CEO QM Financial
Lalu apa itu QM Financial? silahkan baca selengkapnya disini
2 bulan berlalu aku tak melakukan apa-apa semenjak pertemuan dengan Ligwina. Hanya menjadi follower twitternya.
3 bulan berlalu sejak awal tahun, artinya dah akhir quarter di tahun 2011. Tak ada perubahan. Saldo rekeningku juga tak bertambah ditanggal 26, hanya stagnan di angka itu. Kantor mulai ramai mempertanyakan kepada yang tak mempunyai kewenangan untuk menjawab. Artinya PERCUMA! Toh tidak mendapat jawaban.
Harus berubah!
Harus melakukan sesuatu!
Berdiam diri menanti perubahan? OH NO!.
Lalu mulai membaca buku Ligwina yang benar - benar menggelitikku. Keluar dari zona nyaman itu memang tidak nyaman. Namun apakah kita tetep berada dititik yang membuat kita mengutuk dan mengumpat diri sendiri?
Sederhana dalam berfikir dan tindakan begitulah Ligwina menggelontorkan tiap kata - kata nya. Banyak sindiran yang akan membuat kita tersayat - sayat. Saranku Jangan membaca buku Ligwina jika anda tidak ingin berubah.
Akhirnya akhir bulan ketiga di tahun ini aku bangkit. Dengan menggunakan sisa- sisa yang ada aku memulai sesuatu yang sudah lama kutinggalkan. Membuat coklat. Menjualnya kembali lagi dari NOL.
Meski banyak yang menertawakan, setidaknya itu yg bisa kulakukan tanpa mengeluh dan mengutuk saldo rekening. Saat ini belum ada perubahan di angka - angka tersebut namun setidaknya aku sudah mulai berdamai dengan uang.
Lalu bagaimana dengan kalian semua? :p
note: sebenernya di buku Ligwina bukan menuliskan tips tips berhemat dan bagaimana gaji kita naik, di sini aku menemukan sesuatu yang bisa membuat kita berubah tidak melulu mempersoalkan nominal gaji kita. Namun kalau kita tetap merasa kurang silahkan cari perusahaan yang mau membayar kita lebih besar dari sekarang. :p
Langganan:
Komentar (Atom)